Selasa, 07 Agustus 2012

Kahar Muzakir Bantah Distribusikan Uang PON ke Komisi X DPR


Kahar Muzakir Bantah Distribusikan Uang PON ke Komisi X DPR

Jakarta Anggota Komisi X DPR Kahar Muzakir angkat bicara saat namanya disebut-sebut saksi Lukman Abbas menerima dan membagikan uang proyek PON Riau Rp 9 miliar ke Komisi X DPR. Ia membantah tudingan itu.

"Lah kan sudah jelas ditulis di koran, mana ada Pak Lukman Abbas kasih duit sama saya tapi ke ajudan saya, katanya Acin. Jadi bisa saja kalau orang marah atau stres, fakta persidangan itu fakta hukum tapi orang boleh bohong. Yang dia kasih duit kan sopirnya dan kasih ke ajudan saya, namanya Acin, semua orang tahu nggak ada orang yang namanya Acin," kata Kahar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Dia membantah membahas masalah PON dengan Ketua Fraksi Golkar DPR Setya Novanto.

Dia juga menuturkan pertemuan dengan Gubernur Riau yang juga Ketua DPD Golkar Riau Rusli Zaenal membahas masalah PON.

"Pak Rusli itu salah satu ketua DPP Golkar, Setya Bendum, ada acara Golkar kita kan setiap hari biasanya makan siang di ruangan fraksi ruangan gede dan makan gratis kita di situ datang Pak Rusli dan kalau nggak salah ada Lukman," katanya.

Menurut Kahar, kalau pun ada proposal maka yang mengusulkan menteri bukan gubernur karena anggaran 2012 sudah selesai.

"Saya juga enggak pernah datang ke sana (proyek PON) tapi ada dua kali orang pernah datang ke ruangan saya bahas anggaran. Saya bilang nggak bisa. Itu si Pak Lukman itu mengenalkan diri Lukman Abbas, anak buah Pak Rusli dan mengusulkan anggaran. Saya bilang gubernur usulkan anggaran sudah lewat ni anggaran," paparnya.

Dia mengaku lupa kapan Lukman menghadap dia. Namun dia kembali menegaskan tak punya ajudan bernama Acin.

"Saya enggak punya ajudan. Saya hanya punya satu orang yang saya tempatkan di dapil dua lagi di tenaga ahli. Satu Haji dan satu Badrud. Jadi kalau namanya Acin sopir itu sopir saya tidak digaji namanya Hendra bukan Acin atau Chandra," lanjut Kahar.

Sampai saat ini Kahar masih pikir-pikir mengajukan gugatan pencemaran nama baik atau kesaksian palsu terhadap Lukman. Karena menurut dia, Novanto tak tahu apa-apa.

"Kalau Pak Novanto malah blank," ujar dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar